Jawabannya sebenarnya sederhana saja, ideo marketing adalah tentang strategi dan taktik untuk memasarkan ide. Lebih khusus lagi, ide-ide tentang perubahan. Blog ini memang dimaksudkan untuk mewadahi eksperimen kecil-kecilan tentang bagaimana marketing bisa berkontribusi bagi perubahan dunia. Sesuai dengan tagline-nya: “Mempersembahkan Pemasaran untuk Perubahan”.
Kenapa tidak menggunakan istilah “pemasaran ide”?
Hmm, pertanyaan yang sama mungkin juga perlu diajukan kepada Sam Hill dan Glenn Rifkin. Kenapa buku yang mereka tulis diberi judul “Radical Marketing” dan bukan “Non-Traditional Marketing”? Tanyakan juga kepada Kafi Kurnia, kenapa kumpulan artikelnya di majalah Gatra dibukukan dengan judul “Anti Marketing” dan bukan “Kumpulan Artikel Pemasaran”?
Dan kalau masih dirasa kurang, tanyakan juga kepada Pak Wiranto, kenapa partainya diberi nama Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan bukan Hati Nurani Oemat Manusia (Hanoman).
Name does matter, Bro and Sis! Itulah kenapa bagi marketer, Shakespeare telah melakukan kesalahan besar saat berkata; “Apalah artinya sebuah nama”.
Ok, setelah membaca uraian di atas Anda boleh menggut-manggut sambil bergumam: “Dasar orang marketing!”